• Festival JarIT

Festival JarIT (Belajar IT) di ST3 Telkom Purwokerto

Purwokerto – ST3 Telkom bekerjasama dengan Gedhe Foundation dan didukung oleh Gerakan Desa Membangun BKAD Kec Kebasen, Paguyuban srikandi kebasen telah mengadakan festival JarIT (Belajar Informatika dan Telekomunikasi) yang diketuai oleh Bagus Rahmad Hartanto Prabowo, Mahasiswa S1 Informatika ST3 Telkom 2014. Festival dimulai pukul 09.30 bertempat di kampus ST3 Telkom Purwokerto, Kamis (30/04).

Hadir pada acara tersebut adalah Septriana Tangkary dari Kementrian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO), Singgih Wiranto dari Kementerian Pedesaan, Yossi Suparyo dari PT Gedhe Foundation, Didi Supriyadi dari ST3 Telkom, Dodiet Prasetyo selaku narasumber, beberapa tokoh pegiat desa, dan kurang lebih 180 peserta.

Pembicara Septiana Tangkary

Kemajuan teknoloigi masa kini dengan kecanggihan yang ada ternyata tidak menjamin meratanya sistem infoirmasi dan telekomunikasi di seluruh pelosok tanah air. Banyak daerah yang tertinggal karena banyak faktor seperti infrastruktur dan kemampan mengoperasikan perangkat telekomunikasi. Melihat masalah tersebut ST3 Telkom sebagai salah satu perguruan tinggi yang fokus pada bidang telematika dengan visi menjembatani teknologi untuk kemanusiaan bersama gedhe foundation dan kemkominfo mengadakan Festival JarIT ini.

“Dari Kementerian Desa, kami ditugasi oleh Jokowi untuk membentuk desa yang mandiri di Indonesia. Intinya desa yang demokratis, sehat, pinter, dan maju,” Ucap Singgih Wiranto. Pemerintah juga memberikan anggaran kepada desa-desa di Indonesia sebesar 20,7 triliun, tentunya kepada desa yang memenuhi beberapa syarat.

Salah satu bukti bahwa desa-desa di Banyumas sudah memiliki teknologi informasi yang cukup mumpuni adalah dengan adanya website-website desa yang sudah menggunakan desa.id. Website itulah yang bisa memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang apa yang ada di wilayah desa. “kami membangun website desa itu tidak dibayar, tidak seperti wartawan yang lari kesana kemari untuk mencari berita ada honornya. Karena dengan tergugah, dengan hati nurani membangun website agar bisa bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Karena belum tentu orang yang berada di wilayah luar desa kami sudah mengenal tentang desa kami,” Ucap Manto, Salah satu Admin website kalibagor.desa.id.

Selain itu, ada 3 mahasiswa dari ST3 Telkom purwokerto yang mempresentasikan pembangunan sistem informasi perpustakaan yang berbasis web. Nantinya web ini akan dipakai oleh desa Dermaji. Dengan menggunakan web ini, diharapkan pengelolaan perpustakaan desa Dermaji lebih mudah.

Dengan adanya Festival JarIT ini, ST3 Telkom berkomitmen untuk mendampingi dan mau ikut serta dalam pembangunan teknologi informatika dan telekomunikasi di desa. Komitmen ini dibuktikan dengan adanya penandatanganan surat kesepahaman dengan yayasan Gedhe Foundation.

DSC_0045

Peluncuran perdana sistem operasi DesaOS diserahkan kepada perangkat desa Kalibagor. DesaOS ini dibangun oleh Gerakan Desa Membangun dan Gedhe Foundation dengan menggunakan sistem operasi berbasis open source.

Penyerahan DesaOS

Tidak hanya mengadakan seminar dan juguran IT, Festival JarIT pun melaksanakan beberapa kegiatan workshop, yaitu; pemrograman web, bikin OS, oprek android, oprek Sikomar (Sistem Komunikasi Masyarakat), oprek SID yang diadakan serentak dengan ruangan yang berbeda tiap-tiap workshopnya pada pukul 13.00.

Pembicara workshop ini adalah Agus Priyanto. Di dalam workshop ini, perserta tidak diajarkan langsung menggunakan javascript atau bahasa php. namun peserta di perlihatkan bagaimana membuat sebuah blog open source yang relative mudah. disini peserta diajarkan memakai wordpress, cara membuat postingan, menaruh gambar dan menambah plug-in agar web tampak menarik.

DSC_0298

DSC_0260

DSC_0303

DSC_0236

Di workshop oprek android ada pembicara Aria Rizki. “Membuat program android adalah salah satu kesempatan besar, telah ada 1,5 juta app di playstore dan 10% buatan indonesia. salah satu yang paling populer adalah picmix,” Kata Aria Rizki. Dalam workshop oprek android, peserta diajarkan membuat launcer website dengan menggunakan android studio. Kendala paling besar dalam workshop oprek android adalah loading aplikasi androidstudio yang lama, bahkan hanya ada 3 komputer yang dapat membuka program androidstudio. yang lain terkena forceclose. Ketika dilakukan run avd, tidak bisa sama sekali.

Pembagian doorprize setelah semua workshop selesai, berlangsung sangat meriah, semua peserta sangat antusiasme ingin mendapatkan hadiah, tak ketinggalan juga antusiasme panitia Festival JarIT. Semua hadirin berebut mengacungkan tangan ingin menjawab pertanyaan dari MC agar bisa mendapatkan hadiah.

DSC_0342

DSC_0345

(Pers ST3 Telkom)

Share This Post

About Author: didisupriyadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − three =